Climate Information System merupakan portal yang dibangun oleh Kementrian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan IPB University dan dengan dukungan dari United Nations Development Programme (UNDP). Portal ini bertujuan untuk menyediakan informasi terkait iklim historis dan proyeksi hasil kajian the 4th National Communication (NC4) yang dapat digunakan oleh pemerintah pada tingkat nasional maupun daerah. Portal ini juga menjadi bagian dari support tim adaptasi NC4 untuk peningkatan literasi iklim dan perubahan iklim di Indonesia. Beberapa informasi dasar yang ada di dalam portal ini adalah peta rata-rata klimatologis, peta rata-rata bulanan, pola iklim, tren iklim, perubahan iklim dan tren iklim di masa mendatang.
Variabel iklim yang tersedia pada portal ini meliputi curah hujan, suhu udara rata-rata, suhu udara maksimum, suhu udara minimum, radiasi matahari, kecepatan angin, kelembaban relatif serta parameter iklim laut seperti suhu permukaan laut, anomali tinggi muka laut, pH permukaan laut dan salinitas.
Sumber data yang digunakan pada Historical Climate meliputi CHIRPS dan ERA5.
• CHIRPS merupakan data curah hujan kombinasi dari data observasi stasiun dan data observasi satelit yang kemudian dijadikan data grid. Data CHIRPS memiliki resolusi spasial 0,05° × 0,05° (~5 km). Informasi detail mengenai data CHIRPS dapat dilihat pada situs web berikut: http://chg.geog.ucsb.edu/data/chirps/
• ERA5 merupakan data reanalysis wilayah atmosfer dan lautan yang disusun dari berbagai sumber data yang kemudian diinterpolasi menjadi resolusi spasial 0,1° × 0,1° (~11 km). Data ERA5 yang digunakan dalam system ini meliputi data suhu udara rata-rata, suhu udara maksimum, suhu udara minimum, kecepatan angin, kelembaban relative, radiasi matahari dan data parameter iklim laut. Untuk mengunduh data ini, dapat mengunjungi situs web berikut: https://cds.climate.copernicus.eu/datasets/reanalysis-era5-land?tab=download
Data proyeksi yang tersedia dalam sistem ini merupakan hasil analisis Statistical Downscaling dari data CMIP6 yang telah dituangkan dalam the 4th National Communication (NC4). Skenario proyeksi iklim yang tersedia dalam sistem ini adalah skenario SSP1-2.6, SSP2-4.5, SSP3-7.0 dan SSP5-8.5. Periode proyeksi iklim dibagi menjadi 6 (enam) periode, yaitu 2021-2050, 2031-2060, 2041-2070, 2051-2080, 2061-2090 dan 2071-2100 dengan baseline tahun 1991-2020.
Skenario proyeksi iklim Shared Socioeconomic Pathways (SSPs) merupakan serangkaian narasi yang menggambarkan kemungkinan skenario Pembangunan masa depan bagi masyarakat manusia, khususnya terkait dengan penggunaan bahan bakar fosil. Skenario ini mengekplorasi berbagai masa depan teknologi, sosio-ekonomi, dan kebijakan serta mempertimbangkan tantangan terhadap mitigasi dan adaptasi (Riahi et al. 2017). Karakter setiap skenario SSP dapat dilihat pada tabel berikut.
| Skenario | Emisi | Karakter Dunia |
|---|---|---|
| SSP1-2.6 | Rendah | Berkelanjutan, Kolaboratif |
| SSP2-4.5 | Sedang | Menengah, Kompromi |
| SSP3-7.0 | Tinggi | Terfragmentasi, Proteksionis |
| SSP5-8.5 | Sangat Tinggi | Konsumerisme, Pertumbuhan Cepat |
Deskripsi perbedaan setiap skenario SSP
Famili scenario SSP (Sumber: Meinshausen et al. (2020))
Halaman ini menyajikan informasi iklim historis secara klimatologis saat ini periode tahun 1991-2020. Informasi ini digunakan untuk membangun pemahaman yang kuat tentang kondisi iklim saat ini agar dapat memahami skenario iklim masa depan dan perubahannya. Data CHIRPS dan ERA5 yang digunakan dalam portal ini diproduksi dalam skala harian dan berbagai indikator iklim, termasuk indikator iklim laut. Data dianalisis melalui variasi geospasial (peta), siklus musiman, deret waktu (time series), atau melalui grafik garis yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang variabilitas iklim historis. Analisis tersedia untuk data tahunan dan bulanan. Tampilan data secara default menggunakan agregasi skala nasional, namun agregasi data tingkat propinsi dan kabupaten dapat dianalisis melalui menu EXPERT MODE.
Halaman ini menyajikan informasi proyeksi iklim Indonesia. Data dianalisis dalam bentuk proyeksi rata-rata atau anomali (perubahan) dan disajikan secara spasial, deret waktu (time series) dan heat plot (climate stripe) yang menunjukkan perubahan dalam jangka waktu panjang. Anda dapat menyesuaikan analisis dengan memilih periode waktu proyeksi yang berbeda dan skenario proyeksi SSPs (Shared Socioeconomic Pathways) yang berbeda. Indikator iklim disajikan sebagai multi-model ensemble (MME) mean dan median, yang mewakili rentang dan distribusi hasil proyeksi perubahan yang paling masuk akal dalam sistem iklim untuk skenario SSP yang dipilih. Data proyeksi yang tersedia dalam sistem ini merupakan hasil analisis Statistical Downscaling dari data luaran model CMIP6 yang telah dituangkan dalam the 4th National Communication (NC4).
Variabel: -
Periode: -
Variabel: -
Periode: -
Variabel: -
Periode: -
Halaman ini memberikan keleluasaan bagi para pengguna untuk melakukan analisis pada tingkatan lebih detil seperti pada wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Analisis pada tingkat lebih detail dilakukan dengan menggunakan aplikasi Google Collaboration (GCollab) melalui link yang ada di bawah ini. Penggunaan aplikasi GCollab dalam melakukan analisis tingkat Kabupaten/Kota telah dideseminasikan dan dilakukan pelatihan kepada pemangku kepentingan pada tingkat nasional maupun tingkat daerah.
Anda dapat mengunduh Modul Pelatihan di bawah ini untuk dapat melakukan analisis secara mandiri pada aplikasi GCollab.
Pengaturan data Historical Climate & Future Climate berdasarkan filter lokasi, variable, dan period.